MAN 11 Jakarta Kembali Toreh Prestasi Gemilang di Ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2025
Jakarta, 22 April 2025 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta kembali membuktikan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan unggulan yang tak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dalam ajang riset ilmiah berskala internasional. Dalam gelaran Jakarta International Science Fair (JISF) 2025, dua tim riset dari MAN 11 Jakarta berhasil menyabet medali emas dan perak, mengharumkan nama madrasah dan membanggakan dunia pendidikan madrasah di Indonesia.
Medali Emas untuk Riset Sosial-Kognitif Anak CODA
Tim pertama yang berhasil meraih Gold Medal adalah Nahla Verlisa Putri dan Salma Khuzaimah, melalui karya ilmiah berjudul “Analisis Pola Asuh Orang Tua Tuna Rungu pada Kemampuan Kognitif CODA (Studi Kasus di Lebak Bulus).” Penelitian ini menyajikan kajian mendalam mengenai dinamika pola pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua dengan keterbatasan pendengaran terhadap anak-anak mereka yang lahir dengan kemampuan mendengar normal (Children of Deaf Adults/CODA).
Melalui pendekatan kualitatif dan observasi lapangan, Nahla dan Salma mengungkap bagaimana anak-anak CODA mengembangkan kemampuan kognitif mereka dalam lingkungan yang unik dan menantang. Penelitian ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena mengangkat isu inklusi yang jarang dibahas dalam konteks pendidikan dan psikologi anak, serta relevan dengan upaya pembangunan masyarakat yang ramah disabilitas.
Medali Perak untuk Inovasi Edukasi Berbasis Budaya
Tak kalah membanggakan, tim kedua yang terdiri dari Alisya Albana dan Syifa Aliyyah berhasil menyabet Silver Medal dengan karya bertajuk “Petualangan Sejarah Jakarta (Pusaka): Menguak Wasiat Kesetaraan Gender di Balik Palang Pintu Komunitas Betawi Saung Djiih melalui Game Edukatif RPG Maker.”
Melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan sejarah lokal, gender studies, dan teknologi digital, Alisya dan Syifa menciptakan sebuah permainan edukatif berbasis RPG yang mengangkat kearifan lokal Betawi. Game ini tidak hanya menyajikan narasi sejarah yang menarik, tetapi juga menyisipkan pesan-pesan kesetaraan gender yang diambil dari simbolisme budaya dalam tradisi “palang pintu”. Inovasi mereka dinilai sebagai upaya kreatif untuk mendekatkan generasi muda pada sejarah dan nilai-nilai sosial yang sering terlupakan.
Tanggapan Penuh Bangga dari Pihak Madrasah
Menanggapi capaian luar biasa ini, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 11 Jakarta, Bapak Adi Alvian, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada para siswa dan pembimbing yang telah bekerja keras dan menunjukkan dedikasi luar biasa.
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa siswa-siswi madrasah memiliki potensi besar dalam dunia riset dan inovasi. Kami sangat bangga atas capaian tim riset MAN 11 Jakarta di JISF 2025. Ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk memperdalam ilmu agama, tapi juga ruang bagi lahirnya pemikir dan inovator masa depan,” ujar beliau dalam wawancara seusai pengumuman pemenang.
Lebih lanjut, Bapak Adi juga menegaskan bahwa pihak madrasah akan terus memberikan dukungan penuh kepada siswa yang ingin menekuni bidang riset dan sains. “Kami berkomitmen untuk membina dan memfasilitasi siswa-siswi kami agar terus berkarya dan berkompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.”
Inspirasi bagi Generasi Muda Madrasah
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MAN 11 Jakarta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda madrasah di seluruh Indonesia. Keberhasilan para siswa ini menunjukkan bahwa dengan semangat, kreativitas, dan kerja keras, siswa madrasah mampu bersaing dan bahkan unggul dalam ajang internasional.
Selamat kepada Nahla Verlisa Putri, Salma Khuzaimah, Alisya Albana, dan Syifa Aliyyah! Semoga prestasi kalian menjadi motivasi bagi seluruh pelajar madrasah untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.


