MAN 11 Jakarta

Plt. Kepala MAN 11 Jakarta Selatan Pimpin Penanaman Pohon Matoa sebagai Simbol Komitmen Cinta Bumi

Jakarta, 22 April 2025 — Dalam semangat menjaga kelestarian lingkungan dan merespons isu perubahan iklim global, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan penanaman pohon matoa di lingkungan madrasah pada Selasa (22/4). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Ibu Novita Reiny Purwaningsih, M.Pd, dan diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa.

Penanaman pohon matoa ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Cinta Bumi yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam kepada warga madrasah sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Ibu Novita menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata madrasah dalam mendukung upaya pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan.

“Lingkungan yang sehat adalah bagian dari proses pendidikan yang baik. Melalui penanaman pohon matoa ini, kami ingin menanamkan kesadaran ekologis kepada seluruh warga madrasah, khususnya para siswa, bahwa bumi harus dijaga dan dirawat seperti kita merawat diri sendiri,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Pohon Matoa: Simbol Kehidupan dan Harapan

Pemilihan pohon matoa (pohon asli Papua) sebagai pohon yang ditanam bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai ekologis karena mampu menyerap karbon dan memperbaiki kualitas udara, matoa juga memiliki nilai filosofis sebagai pohon kehidupan yang kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi alam.

Menurut Ibu Novita, pohon ini diharapkan menjadi simbol ketahanan, harapan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kami ingin nilai-nilai itu tumbuh di madrasah ini, bukan hanya dalam bentuk pohon yang rimbun, tetapi juga dalam karakter siswa yang mencintai dan peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Pendidikan Hijau yang Terintegrasi

MAN 11 Jakarta Selatan memang telah lama dikenal sebagai madrasah yang peduli terhadap pendidikan berbasis lingkungan. Selain kegiatan tanam pohon, madrasah ini secara konsisten menerapkan program eco-school, seperti pengelolaan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan air hujan, hingga program bank sampah mandiri oleh para siswa.

Kegiatan ini juga disambut antusias oleh para siswa. Salah seorang siswa kelas XI, Rani Putri, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan yang menurutnya bermanfaat bagi masa depan. “Rasanya menyenangkan bisa menanam pohon yang akan tumbuh dan memberikan manfaat untuk lingkungan. Ini bukan hanya kegiatan sekolah, tapi juga pengalaman yang menginspirasi,” ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan penanaman pohon ini diakhiri dengan doa bersama dan pemasangan plakat kecil bertuliskan “Pohon Harapan MAN 11 Jakarta Selatan”, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga bumi. Plakat ini diletakkan di dekat pohon matoa yang baru ditanam, menjadi simbol bahwa harapan akan masa depan yang hijau dimulai dari langkah kecil hari ini.

Dengan gerakan ini, MAN 11 Jakarta Selatan menegaskan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Semoga semangat cinta bumi ini terus tumbuh dan menjadi budaya positif di seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *