Peserta Didik Kelas X MAN 11 Jakarta Selatan Ikuti Psikotes Peminatan Bersama Lembaga Psikologi Bina Asih Yogyakarta
Jakarta Selatan – Rabu, 23 April 2025 menjadi hari yang penting bagi seluruh peserta didik kelas X MAN 11 Jakarta Selatan. Pada hari tersebut, mereka mengikuti kegiatan psikotes peminatan sebagai bagian dari proses pemantapan dalam memilih rumpun mata pelajaran yang akan ditempuh di kelas XI. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara MAN 11 Jakarta Selatan dan Lembaga Psikologi Bina Asih Yogyakarta, sebuah institusi psikologi pendidikan yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan asesmen dan konseling siswa.
Psikotes ini dilaksanakan di ruang aula utama dan beberapa ruang kelas yang telah disiapkan secara khusus agar para siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang dan nyaman. Tes dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang waktu Zuhur, mencakup berbagai aspek seperti tes intelegensi, tes kepribadian, serta tes minat dan bakat.
Kepala madrasah melalui Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak Mohammad Ishak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengarahkan peserta didik ke jalur pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing.
“Kami percaya bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan. Psikotes ini menjadi langkah awal yang penting dalam membantu mereka mengenali potensi diri. Dengan begitu, pemilihan rumpun mata pelajaran bukan berdasarkan tren atau ikut-ikutan teman, melainkan atas dasar pertimbangan objektif dan ilmiah,” ujar Bapak Ishak dalam sambutannya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipandu oleh tim psikolog profesional dari Lembaga Psikologi Bina Asih Yogyakarta, Tim tersebut tidak hanya memfasilitasi jalannya tes, tetapi juga akan menyusun laporan hasil psikotes secara individual yang nantinya akan diserahkan kepada masing-masing peserta didik.
Menurut Bapak Ishak, psikotes seperti ini sangat penting dilakukan di fase transisi dari kelas X ke kelas XI , di mana peserta didik mulai diarahkan ke jurusan atau rumpun pelajaran tertentu.
“Hasil tes ini akan memberikan gambaran mengenai kecenderungan kognitif, afektif, dan konatif peserta didik. Ini menjadi landasan penting untuk menentukan langkah pendidikan selanjutnya, termasuk jurusan yang paling sesuai untuk mereka. Kami juga akan bekerja sama dengan guru BK dalam sesi konseling lanjutan,” ujarnya.
Antusiasme juga datang dari para guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK). Ibu Mamluatul Ni’am, selaku guru BK MAN 11 Jakarta Selatan, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai bahwa hasil psikotes akan sangat membantu proses pembinaan dan bimbingan terhadap siswa.
“Tidak sedikit peserta didik yang merasa bingung atau ragu dalam memilih jurusan karena belum mengenal potensi dan kepribadian mereka dengan baik. Dengan adanya hasil psikotes ini, kami memiliki data pendukung yang bisa dijadikan acuan dalam sesi bimbingan individual,” ujar Ibu Ni’am.
Respon positif juga datang dari para siswa. Banyak di antara mereka yang merasa bahwa tes ini memberi mereka wawasan baru tentang diri mereka sendiri. Salah satunya adalah Muhammad Alvin, siswa kelas XG.
“Soal-soalnya cukup menantang, tapi seru. Saya jadi sadar ternyata saya lebih suka hal-hal yang analitis dan logis. Mungkin bidang Sains memang cocok buat saya,” ungkap Aditya.
Kegiatan psikotes peminatan ini direncanakan menjadi bagian dari program tahunan di MAN 11 Jakarta Selatan, sebagai wujud upaya nyata madrasah dalam mewujudkan pendidikan berbasis potensi dan karakter peserta didik. Ke depan, pihak madrasah berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk tes, tetapi juga dalam pelatihan guru dan program pengembangan peserta didik lainnya.
Dengan adanya kegiatan ini, MAN 11 Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga sadar akan potensi dirinya dan siap menghadapi tantangan masa depan.


