MAN 11 Jakarta Selatan Sambut Kunjungan Spesial dari Trinity College Australia dalam Program Bridge School Partnership
Jakarta Selatan, 18 April 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta Selatan mendapat kehormatan istimewa dengan kedatangan tamu dari luar negeri, yaitu Ibu Roslyn Da Silva, seorang guru Bahasa Indonesia dari Trinity College, Australia. Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 14 hingga 17 April 2025 sebagai bagian dari program Bridge School Partnership Australia-Indonesia, sebuah inisiatif internasional yang bertujuan membangun jembatan pendidikan antara kedua negara.
Kehadiran Ibu Roslyn menjadi momen bersejarah sekaligus inspiratif bagi seluruh civitas akademika MAN 11 Jakarta Selatan. Beliau disambut hangat oleh Plt Kepala Madrasah, Ibu Novita Reiny., serta Kepala Tata Usaha, Bapak Rochmadi. Sambutan penuh kekeluargaan itu menandakan awal dari rangkaian kegiatan kolaboratif yang menggugah semangat kerja sama lintas budaya dan negara.
Selama empat hari kunjungannya, Ibu Roslyn didampingi oleh dua guru perwakilan Bridge Partnership dari MAN 11 Jakarta, yaitu Bapak Indra Cahya Firdaus dan Ibu Nurjannah. Keduanya telah mengikuti kegiatan intensif program BRIDGE di Australia dan aktif membangun komunikasi lintas sekolah dengan mitra mereka dari Australia.
Rangkaian kegiatan yang telah disusun dengan cermat mencerminkan semangat kolaborasi dan pertukaran budaya yang menjadi inti dari program ini. Di hari pertama, Ibu Roslyn diperkenalkan dengan seluruh civitas akademika MAN 11 Jakarta Selatan. Acara penyambutan berlangsung hangat di madrasah
“Saya merasa sangat tersentuh dengan sambutan yang luar biasa dari MAN 11 Jakarta Selatan. Ada suasana kekeluargaan yang begitu kental dan budaya Indonesia yang sangat kaya. Ini pengalaman yang sangat berkesan,” ujar Ibu Roslyn dalam sambutannya.
Hari-hari berikutnya diisi dengan berbagai kegiatan bermakna. Ibu Roslyn mengisi seminar inspiratif yang dihadiri oleh para peserta didik dari berbagai tingkat kelas. Dalam seminar tersebut, beliau berbagi cerita tentang lingkungan pendidikan di Australia, cara pembelajaran yang interaktif, serta pentingnya menjaga lingkungan dan keberagaman dalam dunia pendidikan global. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi bersama beliau.
Tidak hanya berbagi ilmu di kelas, Ibu Roslyn juga melakukan observasi terhadap fasilitas madrasah. Ia berkeliling melihat ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Dalam keterangannya, ia menyatakan kekagumannya terhadap lingkungan belajar di MAN 11 yang dinilai kondusif dan inklusif.
“Fasilitas yang dimiliki oleh MAN 11 sangat mendukung pembelajaran siswa. Saya sangat terkesan dengan upaya guru-guru dan staf dalam menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik,” ungkapnya.
Selain aktivitas di lingkungan sekolah, Ibu Roslyn juga diajak untuk mengunjungi beberapa tempat menarik di Jakarta, termasuk Museum Layang layang, serta objek lainnya di Jakarta. Ini menjadi bagian penting dari pertukaran budaya yang ditawarkan oleh program BRIDGE, di mana para peserta tidak hanya belajar tentang pendidikan, tetapi juga nilai-nilai budaya masing-masing negara.
Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah pertemuan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris tingkat MA dan MTs se-Jakarta . Dalam pertemuan tersebut, Ibu Roslyn berbagi pengalaman pengajaran di Australia, serta mendiskusikan metode pengajaran yang dapat diaplikasikan secara kontekstual di Indonesia. Pertemuan ini menjadi ajang yang sangat positif bagi guru-guru untuk bertukar ide dan memperluas wawasan mereka dalam pembelajaran di sekolah.
Kunjungan diakhiri dengan pertemuan resmi di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu,Pihak Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Bridge School Partnership dan berharap agar kerja sama seperti ini terus berlanjut dan diperluas.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, digelar acara perpisahan yang sederhana namun penuh makna di aula MAN 11 Jakarta Selatan. Dalam suasana haru, guru, staf, dan siswa menyampaikan ucapan terima kasih serta kenang-kenangan kepada Bu Roslyn.
Plt Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Ibu Novita Reiny, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan tersebut. “Kehadiran Ibu Roslyn menjadi motivasi besar bagi kami semua. Ini bukan hanya sekadar kunjungan, tapi juga menjadi titik awal dari hubungan pendidikan yang lebih erat antara Indonesia dan Australia. Kami berharap siswa dan guru kami semakin terbuka terhadap dunia global.”
Program Bridge School Partnership sendiri telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pendidikan antara Indonesia dan Australia. Melalui program ini, sekolah-sekolah dari kedua negara dapat saling bertukar pengalaman, melakukan proyek kolaboratif, serta menciptakan pemahaman lintas budaya yang lebih dalam.
Sebagai penutup, Ibu Roslyn menyampaikan harapan agar kerja sama ini terus berkembang. “Saya percaya bahwa hubungan yang kuat antar sekolah seperti ini akan membuka jalan bagi masa depan pendidikan yang lebih baik. Saya pulang ke Australia dengan hati penuh kebahagiaan dan rasa hormat atas apa yang saya pelajari di sini.”
Kunjungan Ibu Roslyn Da Silva menjadi momen penting bagi MAN 11 Jakarta Selatan, tidak hanya mempererat hubungan internasional, tetapi juga membuka cakrawala baru dalam dunia pendidikan yang lebih kolaboratif, terbuka, dan berorientasi global.


