Dua Srikandi Riset MAN 11 Jakarta Selatan Melaju sebagai Finalis OPSI 2026 Bidang Kimia
Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MAN 11 Jakarta Selatan melalui bidang riset dan inovasi. Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia berhasil mencapai babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 kategori SMA/MA Bidang Sains dan Teknologi, bidang Kimia.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya riset yang terus dikembangkan di MAN 11 Jakarta Selatan mampu mendorong peserta didik untuk menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, solutif, dan memiliki relevansi dengan berbagai persoalan di kehidupan nyata.
Keduanya mengangkat penelitian berjudul:
“GHOST-PRINT: Green Synthesis Mikropartikel ZnO dari Daun Salam (Syzygium polyanthum) sebagai Bio-Mikrotag Non-Toksik untuk Identifikasi Sidik Jari Laten.”
Penelitian tersebut memadukan konsep kimia, teknologi, dan pemanfaatan bahan alam. Penggunaan daun salam sebagai bahan dalam proses green synthesis menunjukkan upaya peserta didik untuk mengeksplorasi pendekatan penelitian yang lebih ramah lingkungan.
Melalui penelitian ini, Shofia dan Nur Azkia mengembangkan gagasan mengenai pemanfaatan mikropartikel ZnO (zinc oxide) yang disintesis menggunakan bahan alam untuk mendukung proses identifikasi sidik jari laten. Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana penelitian di tingkat madrasah dapat diarahkan pada pemecahan masalah melalui pendekatan sains yang aplikatif.
Dibimbing dengan Semangat Riset dan Inovasi
Dalam proses penelitian, kedua peserta didik mendapatkan pendampingan dari Umi Muflikhah selaku Pembimbing Riset MAN 11 Jakarta Selatan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan gagasan, penyusunan metodologi, pengolahan hasil penelitian, hingga penyempurnaan karya untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu bagi Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan penguatan ekosistem riset MAN 11 Jakarta Selatan.
Umi Muflikhah sebagai pembimbing riset dapat menyampaikan:
“Pencapaian sebagai finalis OPSI 2026 merupakan hasil dari proses yang panjang, mulai dari menemukan gagasan, melakukan eksperimen, menghadapi berbagai kendala penelitian, hingga menyempurnakan karya. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter peserta didik yang teliti, kritis, pantang menyerah, dan mampu melihat persoalan di sekitarnya sebagai peluang untuk menghasilkan inovasi.”
Riset sebagai Bagian dari Pengembangan Mutu Madrasah
Wakil Kepala Madrasah Bidang Pengembangan Mutu MAN 11 Jakarta Selatan, Indra Cahya Firdaus, menilai capaian tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya akademik yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui penelitian.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pengembangan mutu di madrasah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik di dalam kelas, tetapi juga pada kemampuan peserta didik menghasilkan gagasan, melakukan penelitian, berinovasi, dan mempertanggungjawabkan hasil karyanya secara ilmiah. Finalis OPSI 2026 menjadi salah satu bukti bahwa budaya riset di MAN 11 Jakarta Selatan terus tumbuh dan berkembang.”
Menurutnya, keterlibatan peserta didik dalam kompetisi riset juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi ilmiah, kolaborasi, dan kreativitas.
Kepala Madrasah: Prestasi yang Menguatkan Identitas MAN 11 Jakarta Selatan
Sementara itu, Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Halimatussa’diyah (Hayah), menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih oleh Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia, pembimbing riset, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Shofia dan Nur Azkia yang telah membawa nama MAN 11 Jakarta Selatan hingga menjadi finalis OPSI 2026. Capaian ini merupakan kebanggaan bagi madrasah sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui riset, inovasi, dan prestasi.”
Ia menambahkan bahwa madrasah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakatnya, termasuk melalui penelitian yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk berani memiliki gagasan, berani meneliti, dan berani menghasilkan karya. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, berkarakter, kreatif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.”
Menumbuhkan Generasi Peneliti dari Madrasah
Capaian Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia di OPSI 2026 menjadi momentum penting bagi MAN 11 Jakarta Selatan dalam memperkuat posisi riset sebagai salah satu substansi pengembangan mutu madrasah.
Lebih dari sekadar kompetisi, proses penelitian memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk menjalani tahapan ilmiah secara langsung: merumuskan persoalan, menyusun gagasan, melakukan eksperimen, menganalisis data, mengevaluasi hasil, dan mengomunikasikan temuan secara akademik.
Penelitian GHOST-PRINT juga memperlihatkan potensi kolaborasi lintas bidang antara ilmu kimia, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya alam. Hal tersebut sejalan dengan semangat pendidikan di madrasah yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Dengan capaian tersebut, keluarga besar MAN 11 Jakarta Selatan menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia, Pembimbing Riset Umi Muflikhah, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mendukung perjalanan penelitian.
Selamat dan sukses untuk Shofia Qotrunnada Ramadhani dan Nur Azkia sebagai Finalis OPSI 2026.
Terus meneliti, terus berinovasi, dan terus menginspirasi.
MAN 11 Jakarta Selatan — Berilmu, Berkarakter, Berprestasi, dan Mendunia.


