Pramuka MAN 11 Jakarta Selatan Turut Semarakkan Pembentangan Bendera Raksasa di Situ Gintung dalam Meriahkan HUT Ke-81 RI
Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergema di kawasan Situ Gintung, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah pembentangan bendera Merah Putih raksasa sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Forum Potensi Tangsel/Potensi SAR Tangsel dengan melibatkan para relawan dan berbagai elemen masyarakat termasuk empat murid MAN 11 Jakarta Selatan yang tergabung dalam pramuka. Sejumlah peserta yang turut ambil bagian di antaranya Dafi Firmansyah Falaq, Lutfi Lintang Azh Zhaahir, Muhammad Iqbal Sutan Syam, dan Muhammad Naufal Hisyam, bersama para relawan lainnya.
Kegiatan dipimpin oleh M. Tangguh Perdana Adzuhri selaku Ketua Pelaksana dengan mengusung tema diskusi “Persiapan dan Pelaksanaan Pembentangan Bendera Raksasa dalam Memperingati HUT RI ke-81.”
Merah Putih Berkibar, Semangat Kemerdekaan Bergema
Pembentangan bendera raksasa di kawasan Situ Gintung menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan. Bendera Merah Putih yang dibentangkan bersama-sama menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga harus diisi dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi positif bagi bangsa.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Tidak hanya melalui upacara, tetapi juga melalui kegiatan sosial, kerelawanan, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran para peserta dari lingkungan pendidikan turut memberikan warna tersendiri. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diperoleh di madrasah dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui aksi, kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Rangkaian Persiapan Dilakukan Secara Bertahap
Kesuksesan pembentangan bendera raksasa tersebut tidak terlepas dari proses persiapan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. Pada 15 Agustus 2026, para peserta dan relawan melaksanakan persiapan awal berupa pelipatan bendera Merah Putih di Lapangan Sepak Bola Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kegiatan ini menjadi tahap penting untuk memastikan bendera raksasa dapat dipersiapkan dengan baik sebelum dibawa ke lokasi kegiatan.
Selanjutnya, pada 16 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih kawasan Situ Gintung. Selain menjadi bagian dari persiapan teknis, kegiatan tersebut memperlihatkan kepedulian para peserta terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pada hari yang sama juga dilaksanakan gladi bersih guna memastikan seluruh rangkaian pembentangan bendera dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan rencana. Puncak kegiatan berlangsung pada 17 Agustus 2026. Sebelum kegiatan dimulai, peserta dan relawan mengikuti briefing terakhir untuk memastikan kesiapan personel, pembagian tugas, serta teknis pelaksanaan di lapangan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan pembentangan bendera Merah Putih raksasa di kawasan Situ Gintung. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat nasionalisme dan kebersamaan.
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremonial
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Ciputat Timur, Fiqri Yanuardi Putra, menyampaikan pesan penting mengenai makna peringatan kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata. Semangat kemerdekaan perlu diteruskan melalui berbagai aktivitas positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Generasi penerus bangsa diharapkan mampu melanjutkan cita-cita dan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui karya, prestasi, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata di lingkungan masing-masing. Seluruh elemen masyarakat juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan turut mendukung kemajuan Kecamatan Ciputat Timur dan Kota Tangerang Selatan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas. Kemerdekaan merupakan amanah yang perlu dijaga dan diisi dengan hal-hal yang membangun.
Pembina Pramuka: Generasi Muda Harus Hadir dan Berkontribusi
Pembina Pramuka MAN 11 Jakarta Selatan, Hj. Nur’aini, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembentangan bendera raksasa bukan hanya menjadi momentum memperingati HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda untuk belajar tentang nasionalisme, kedisiplinan, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan kegiatan positif.”
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk karakter peserta agar semakin memiliki rasa cinta tanah air, peduli terhadap sesama, serta siap menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Kepala Madrasah: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Prestasi dan Pengabdian
Sementara itu, Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Hj. Halimatussa’diyah (Hayah), memberikan apresiasi atas partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan peserta dalam kegiatan nasionalisme dan sosial merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang sejalan dengan tujuan pendidikan di madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme, kepedulian, kemandirian, dan kerja sama. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus kita isi dengan belajar, berkarya, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.”
Lebih lanjut, ia berharap pengalaman mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga bagi peserta didik untuk memahami bahwa menjadi generasi penerus bangsa bukan hanya tentang memiliki prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk terlibat dalam kegiatan positif di tengah masyarakat.
Menanamkan Nasionalisme melalui Pengalaman Nyata
Pembentangan bendera Merah Putih raksasa di Situ Gintung menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang kreatif, kolaboratif, dan memberikan dampak positif.
Kegiatan ini juga mempertemukan semangat nasionalisme dengan kepedulian lingkungan dan kerelawanan. Mulai dari persiapan bendera, aksi bersih-bersih, gladi bersih, briefing, hingga pelaksanaan upacara dan pembentangan bendera, seluruh rangkaian membutuhkan kerja sama, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Bagi generasi muda, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan.
Merah Putih yang terbentang di Situ Gintung bukan sekadar kain yang berukuran besar. Ia menjadi simbol persatuan dan pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan bersama dan harus dijaga melalui kebersamaan pula.
Dari Situ Gintung untuk Indonesia
Semangat yang terpancar dari kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada tanggal 17 Agustus. Nilai persatuan, gotong royong, kepedulian, kedisiplinan, dan nasionalisme yang tumbuh selama kegiatan diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif seperti ini, semangat “Indonesia Merdeka, Indonesia Berkarya” dapat terus diwujudkan dalam berbagai bidang.
Dari Situ Gintung, Merah Putih berkibar. Dari generasi muda, semangat kemerdekaan terus menyala. Dan dari setiap kontribusi kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, tumbuh harapan besar untuk Indonesia yang semakin maju.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia!
Bersatu, Berkarya, Berkontribusi untuk Indonesia.


