MAN 11 Jakarta

Guru MAN 11 Jakarta Selatan Ikuti TOT 39 PPNK Lemhannas RI, Perkuat Kompetensi Pendidikan Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Digital

Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) – Komitmen MAN 11 Jakarta Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik kembali diwujudkan melalui partisipasi salah satu guru terbaiknya pada kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). An An Nurjannah, M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dipercaya mengikuti Training of Trainers (TOT) 39 Pendidikan Penyiapan Nilai Kebangsaan (PPNK) bagi Guru, Dosen, dan Widyaiswara Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 tenaga pendidik ini berlangsung pada 16–23 Juli 2026 di Gedung Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 10, Jakarta, dengan penanggung jawab kegiatan Tri Bowo Setyo C., S.Sos., M.M., Marsekal Muda TNI. Program ini merupakan salah satu upaya strategis Lemhannas RI dalam memperkuat kapasitas para pendidik sebagai agen transformasi karakter bangsa di tengah dinamika perkembangan teknologi digital.

Program TOT 39 PPNK bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, dan keterampilan guru, dosen, serta widyaiswara agar mampu mendiseminasikan nilai-nilai kebangsaan secara efektif, kontekstual, dan adaptif di tengah era disrupsi teknologi. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kompetensi pedagogis sekaligus strategi pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan masing-masing.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan pendidik dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Beliau menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan mengajar bagi 100 tenaga pendidik peserta TOT menjadi langkah penting agar para pendidik mampu menyentuh hati murid dalam menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi teknologi, guru dituntut menjadi teladan sekaligus fasilitator pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan karakter, sehingga semangat nasionalisme tetap tumbuh kuat dalam diri generasi penerus bangsa.

Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif melalui berbagai metode, di antaranya:

·             Pembelajaran mandiri dan ceramah interaktif, yang memperkaya wawasan kebangsaan dari para narasumber ahli.

·             Praktik keterampilan pedagogis melalui coaching dan mentoring, guna meningkatkan kemampuan mengajar secara efektif.

·             Implementasi teknologi pembelajaran, sebagai upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan era digital.

·             Mancakrida (Outbound), yang bertujuan membangun karakter kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, serta ketangguhan peserta.

Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai diskusi strategis mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa Indonesia, yaitu:

1.         Nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila.

2.         Nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3.         Nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4.         Nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Bhinneka Tunggal Ika.

Keikutsertaan An An Nurjannah, M.Pd. dalam program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan pendidikan karakter di lingkungan MAN 11 Jakarta Selatan. Pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik yang diperoleh selama pelatihan akan menjadi bekal berharga untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran maupun kegiatan pembinaan murid, sekaligus didiseminasikan kepada rekan-rekan guru melalui berbagai forum pengembangan profesional.

Kepala MAN 11 Jakarta Selatan Halimatussa’diyah (Hayah) memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru madrasah untuk mengikuti pelatihan bergengsi yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya Ibu An An Nurjannah, M.Pd. sebagai peserta TOT 39 Pendidikan Penyiapan Nilai Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI. Keikutsertaan beliau merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kompetensi guru MAN 11 Jakarta Selatan. Kami berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring profesional yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan dan ditularkan kepada seluruh guru sehingga semakin memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila di lingkungan madrasah. MAN 11 Jakarta Selatan akan terus mendukung pengembangan kompetensi guru sebagai investasi penting dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat di era transformasi digital.”Pungkas Hayah.

Partisipasi guru MAN 11 Jakarta Selatan dalam kegiatan TOT 39 PPNK Lemhannas RI menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui penguatan kompetensi pendidik, madrasah optimis mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan karakter luhur kepada seluruh murid sebagai bekal menghadapi tantangan Indonesia masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *