MAN 11 Jakarta Selatan Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Virtual Meeting Class Bersama Trinity College Colac
Sebagai
madrasah yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berwawasan global, MAN
11 Jakarta Selatan kembali melaksanakan kegiatan Virtual Meeting Class
bersama mitra internasional, Trinity College Colac, pada Kamis, (21/05/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Local Food” ini diikuti oleh 21 siswa
dan 10 guru dari kedua sekolah sebagai bentuk penguatan kerja sama
internasional yang telah terjalin sejak tahun 2024 melalui Program Bridge.
Kegiatan
ini menjadi salah satu program kerja Tim Bridge MAN 11 Jakarta Selatan dalam
menjaga keberlangsungan kemitraan dan memperluas pengalaman belajar lintas
budaya bagi peserta didik. Melalui kegiatan virtual ini, siswa tidak hanya
belajar berkomunikasi menggunakan bahasa asing, tetapi juga memperkenalkan
identitas budaya bangsa melalui makanan khas daerah.
Acara
dibuka dengan sapaan hangat dari guru Bridge, Nurjannah, bersama Bu Roslyn dari
Trinity College Colac. Keduanya menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas
antusiasme siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana
pertemuan berlangsung akrab dan interaktif sejak awal kegiatan.
Pada
sesi presentasi, siswa MAN 11 Jakarta Selatan yang terdiri atas Jihan Nabila,
Farah Qanita, Shamaira Adindya Nafisa Raifa, Tsaqif Ghaisan, dan Sulthan Husein
memperkenalkan makanan khas Indonesia, yaitu gado-gado, cilok, dan nasi uduk.
Seluruh presentasi disampaikan menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri
dan kemampuan komunikasi yang baik.
Sementara
itu, siswa dari Trinity College Colac mempresentasikan berbagai makanan khas
Australia seperti TimTam, Lamington Cake, Snape’s, dan cheesecake menggunakan
bahasa Indonesia. Penampilan para siswa Australia tersebut mendapat apresiasi
karena menunjukkan semangat belajar bahasa dan budaya Indonesia.
Kegiatan
semakin menarik pada sesi tanya jawab. Para siswa dari kedua sekolah aktif
bertukar cerita mengenai makanan favorit, pengalaman mencicipi makanan khas
negara lain, hingga kebiasaan makan di lingkungan masing-masing. Interaksi yang
berlangsung penuh rasa ingin tahu ini menjadi sarana positif untuk mempererat
persahabatan serta menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan budaya.


