MAN 11 Jakarta

Alya Lestari dan Talita Azalia dari MAN 11 Jakarta Selatan Jadi Petugas Pengibar Bendera pada Hari KebangkitanNasional ke-117

Jakarta Selatan, 20 Mei 2025 — Dalam suasana penuh semangat nasionalisme dan kebanggaan, dua peserta didik terbaik dari MAN 11 Jakarta Selatan, Alya Lestari dan Talita Azalia, terpilih sebagai petugas pengibar bendera dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang digelar secara khidmat di Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan pada Selasa pagi, 20 Mei 2025.

Upacara ini menjadi momen penting yang tidak hanya memperingati tonggak sejarah kebangkitan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi ajang menanamkan nilai-nilai patriotisme kepada generasi muda. Kehadiran Alya dan Talita sebagai petugas utama dalam pengibaran Sang Merah Putih menjadi sorotan dan kebanggaan tersendiri, baik bagi mereka secara pribadi maupun bagi seluruh sivitas MAN 11 Jakarta Selatan.

Dalam balutan seragam putih-putih yang rapi dan penuh wibawa, Alya dan Talita menjalankan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab dan ketepatan. Gerakan yang teratur dan penuh percaya diri mereka tampilkan di hadapan para pejabat Kementerian Agama, tamu undangan, dan seluruh peserta upacara. Momen pengibaran bendera berlangsung lancar dan menggetarkan, diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan dengan penuh semangat.

Perjalanan Menuju Kehormatan

Proses pemilihan petugas pengibar bendera dilakukan melalui seleksi ketat di tingkat sekolah dan kemudian diusulkan ke tingkat kota. Alya Lestari dan Talita Azalia dinilai tidak hanya unggul dalam keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam keseharian mereka di madrasah.

Keduanya aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Paskibra dan organisasi siswa, serta dikenal sebagai pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan. Talita, siswa kelas XI , menyampaikan rasa syukurnya, “Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari momen penting ini. Ini adalah pengalaman sekali seumur hidup yang akan selalu saya kenang,” ujarnya usai upacara.

Senada dengan Talita, Alya juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh guru dan pembina yang telah membimbingnya hingga terpilih menjadi petugas pengibar bendera. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang seluruh tim yang mendukung dan membentuk saya menjadi pribadi yang siap menerima tanggung jawab,” kata Alya, siswa kelas XI  yang juga menjabat sebagai pengurus OSIS.

Tanggapan Wakil Kepala Madrasah

Menanggapi prestasi tersebut, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 11 Jakarta Selatan, Bapak Muhammad Adi Alvian, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Alya dan Talita.

“Terpilihnya Alya dan Talita sebagai petugas pengibar bendera di upacara resmi Hari Kebangkitan Nasional merupakan kebanggaan besar bagi kami. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan pembinaan kedisiplinan yang kami tanamkan di madrasah membuahkan hasil nyata,” ungkap Bapak Adi.

Ia juga menekankan bahwa momen ini adalah bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di berbagai ajang, termasuk dalam momen kenegaraan yang penuh simbolik seperti ini. “Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berprestasi dan menanamkan semangat cinta tanah air,” tambahnya.

Makna Kebangkitan di Era Modern

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengangkat tema “Bangkit untuk Indonesia Maju”, yang mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kehadiran Alya dan Talita sebagai bagian dari prosesi tersebut menjadi simbol nyata dari semangat kebangkitan generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap membawa perubahan positif.

Acara peringatan ditutup dengan penampilan paduan suara siswa-siswi madrasah yang membawakan lagu-lagu perjuangan, serta pembacaan refleksi sejarah Harkitnas yang menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah tantangan zaman.

Dengan penuh semangat dan rasa bangga, seluruh peserta upacara meninggalkan lapangan dengan harapan baru: bahwa semangat kebangkitan yang dulu digaungkan para pendiri bangsa kini terus hidup dan menyala di dada para pemuda seperti Alya dan Talita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *