MAN 11 Jakarta

Murid Kelas XII MAN 11 Jakarta Selatan Mantapkan Karakter melalui Shalat Dhuha dan Kajian Kitab Ta’lim Muta’allim

Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) – MAN 11 Jakarta Selatan terus menguatkan budaya madrasah melalui program pembiasaan pagi yang sarat nilai spiritual dan pembentukan karakter. Pada kegiatan pembiasaan pagi, seluruh murid kelas XII mengikuti Shalat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian Kitab Ta’lim Muta’allim di Masjid Ath Thalibin MAN 11 Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk murid yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, semangat menuntut ilmu, serta kedisiplinan dalam beribadah. Suasana masjid yang khusyuk dan penuh semangat belajar mencerminkan antusiasme para murid dalam memanfaatkan waktu pagi sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus memperdalam adab dalam menuntut ilmu.

Kajian Kitab Ta’lim Muta’allim disampaikan oleh Hasanuddin, Guru Al-Qur’an Hadis MAN 11 Jakarta Selatan. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para murid untuk memahami bahwa keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab, keikhlasan, penghormatan kepada guru, kesungguhan, serta keberkahan ilmu yang diperoleh melalui akhlak yang baik.

Materi yang disampaikan memberikan penguatan kepada murid kelas XII yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan penting pada tahun terakhir di madrasah. Nilai-nilai yang terkandung dalam Kitab Ta’lim Muta’allim diharapkan menjadi bekal bagi para murid dalam menjalani proses belajar, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 11 Jakarta Selatan, An An Nurjannah, menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan salah satu program strategis madrasah dalam membangun karakter peserta didik secara berkelanjutan.

Pembiasaan pagi melalui Shalat Dhuha dan kajian Kitab Ta’lim Muta’allim merupakan investasi karakter bagi seluruh murid. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat, berakhlak mulia, disiplin, serta memahami adab dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi fondasi keberhasilan mereka di masa depan,” ungkap An An Nurjannah.

Sementara itu, Kepala MAN 11 Jakarta Selatan, Halimatussa’diyah (Hayah), menegaskan bahwa budaya pembiasaan pagi merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter yang menjadi identitas madrasah.

Madrasah memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Melalui pembiasaan Shalat Dhuha dan kajian Kitab Ta’lim Muta’allim, kami berharap setiap murid tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami pentingnya adab, integritas, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap langkah kehidupannya. Inilah ikhtiar MAN 11 Jakarta Selatan dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan agama,” tutur Hayah.

Melalui kegiatan pembiasaan pagi yang dilaksanakan secara konsisten, MAN 11 Jakarta Selatan terus memperkuat budaya madrasah yang religius, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berprestasi. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan akademik dan pembinaan spiritual sehingga melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *