MAN 11 Jakarta

Kanwil Kemenag DKI Jakarta Dorong Guru Menjadi Pembelajar Sejati Menuju Madrasah Mendunia pada Raker MAN 11 Jakarta

Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan), — Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027, MAN 11 Jakarta Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Mengusung tema “Akselerasi Transformasi MAN 11 Jakarta melalui 7 Summit 11 Menuju Madrasah Religius, Berprestasi, dan Mendunia,” kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kolaborasi seluruh peserta. Rapat kerja hari kedua difokuskan pada pembinaan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan madrasah unggul. Seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti sesi pembinaan yang menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Pengawas Madrasah, serta Widyaswara Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan.

 

Menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag., Dalam pembinaannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana maupun sistem administrasi, tetapi sangat bergantung pada kualitas guru sebagai ujung tombak proses pendidikan. Menurut beliau, capaian pembelajaran di madrasah harus mampu melahirkan peserta didik yang memiliki akhlak religius, prestasi akademik yang unggul, serta daya saing global. Oleh karena itu, guru dituntut menjadi sosok yang terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, dan tidak pernah berhenti belajar.

 

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas beliau.

 

Dr. H. Adib juga mengajak seluruh guru MAN 11 Jakarta Selatan untuk menjadi pendidik yang progresif, inovatif, kreatif, dan reflektif dalam merancang proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Beliau memperkenalkan tiga paradigma belajar yang perlu menjadi budaya bagi setiap guru, yaitu Learn From (Belajar dari). Guru harus memperkaya wawasan dengan terus membaca buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian, serta berbagai referensi akademik sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Kedua, Learn To (Belajar untuk). Belajar bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun karakter pendidik yang lebih disiplin, tekun, profesional, serta memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri. Ketiga, Learn While Doing (Belajar sambil melakukan). Guru didorong untuk menjadikan kelas sebagai laboratorium inovasi, tempat lahirnya berbagai strategi pembelajaran kreatif yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Setiap proses pembelajaran menjadi ruang eksperimen untuk menemukan metode terbaik sesuai kebutuhan siswa.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta juga mengangkat filosofi Kaizen dari Jepang sebagai budaya kerja yang perlu diterapkan di lingkungan madrasah. Konsep Kaizen mengajarkan pentingnya perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement), di mana setiap individu senantiasa berupaya menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan esok harus lebih baik daripada hari ini.” Semangat inilah yang diharapkan menjadi budaya kerja seluruh warga MAN 11 Jakarta Selatan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Beliau mengingatkan bahwa guru yang berhenti belajar akan berdampak langsung pada menurunnya kualitas pembelajaran. Sebaliknya, guru yang terus meningkatkan kompetensinya akan melahirkan peserta didik yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global.

 

Dr. H. Adib juga menegaskan bahwa MAN 11 Jakarta Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Sebagai salah satu madrasah unggulan di DKI Jakarta, MAN 11 Jakarta Selatan diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta prestasi peserta didik. Output pendidikan madrasah tidak hanya diukur dari kelulusan, tetapi juga dari keberhasilan para alumninya menembus perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh sebab itu, seluruh guru didorong untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga mampu mengantarkan peserta didik meraih cita-cita di berbagai kampus ternama dunia. (Humas MAN 11 Jakarta)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *