PHTC Kelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai Digelar
Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta) – Hari pertama masuk sekolah secara keseluruhan setelah satu semester blended learning berjalan lancar di MAN 11 Jakarta pada Senin, 19 Januari 2026 setelah pada semester ganjil tahun ajaran ini, sistem pembelajaran diterapkan secara hybrid, yakni satu level belajar secara offline dan dua level lainnya tetap mengikuti pembelajaran online. Kebijakan tersebut diambil selama proses penyelesaian proyek revitalisasi sarana prasarana madrasah berlangsung. 19/01/2026
Pada hari pertama tersebut beberapa agenda disiapkan sebagai ungkapan rasa syukur. Seluruh siswa dan GTK terlibat aktif pada kegiatan giat bersih lingkungan Madrasah dan pembacaan ayat suci Al Qur’an.
Pelaksanaan hybrid ini dilakukan karena adanya proyek PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat), yang mencakup mayoritas ruang belajar. Setidaknya 14 ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang laboratorium, serta beberapa fasilitas pendukung lainnya mengalami pengerjaan perbaikan. Kondisi tersebut membuat pihak madrasah harus menyesuaikan proses pembelajaran agar tetap berjalan efektif dan tidak mengganggu perkembangan akademik peserta didik.
Hari pertama masuk sekolah secara offline atau tatap muka bagi seluruh level ini mendapat sambutan positif dari peserta didik. Banyak siswa yang mengaku antusias dan senang akhirnya bisa kembali merasakan suasana belajar secara langsung di lingkungan madrasah. Setelah satu semester menjalani blended learning, kesempatan untuk kembali ke ruang kelas menjadi hal yang sangat dinantikan.
Para siswa menyampaikan bahwa mereka rindu suasana madrasah, mulai dari bertemu teman-teman, berinteraksi langsung dengan guru, hingga merasakan aktivitas belajar yang lebih hidup dan dinamis. Pembelajaran offline membuat mereka merasa lebih fokus dan termotivasi, karena dapat berdiskusi langsung dan merasakan ritme belajar yang lebih terstruktur.
Sementara itu, pihak madrasah menjelaskan bahwa proyek PHTC di MAN 11 Jakarta telah menghasilkan beberapa peremajaan ruang belajar yang signifikan. Selain memperbaiki fasilitas lama, madrasah juga mendapatkan penambahan dua ruang kelas baru yang disiapkan untuk menampung peningkatan jumlah peserta didik. Peremajaan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran ke depan.
Kepala Madrasah MAN 11 Jakarta, Halimatussa’diyah, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas dimulainya kembali pembelajaran tatap muka. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bahagia akhirnya kami bisa melakukan proses pelayanan penyelenggaraan pembelajaran secara langsung. Kami sangat menyadari banyaknya kekurangan pada saat pembelajaran berlangsung secara online,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa pembelajaran offline menjadi momentum bagi madrasah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan interaksi langsung antara guru dan siswa, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, mendalam, dan bermakna bagi peserta didik.


