MAN 11 Jakarta

Peringatan Isra Mi'raj Sebagai Momen Evaluasi Sosial dan Spiritual

Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta) – Civitas MAN 11 Jakarta Selatan menggelar peringatan Isra Mi’raj pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di lapangan upacara madrasah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat di tengah cuaca yang cerah dan bersahabat, meskipun wilayah Jakarta masih berada dalam musim hujan yang intens. Seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII serta seluruh GTK turut hadir dalam kegiatan tersebut. 19/01/2026

Acara ini merupakan kegiatan besar pertama yang dilaksanakan secara tatap muka setelah satu semester sebelumnya proses KBM dijalankan secara hybrid. Pihak madrasah memanfaatkan momentum ini untuk kembali menyatukan seluruh civitas akademika dalam suasana kebersamaan dan spiritualitas yang kuat melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Kepanitiaan kegiatan melibatkan unsur GTK, siswa, dan komite madrasah. Kolaborasi ini bertujuan agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib, terarah, dan melibatkan semua elemen madrasah secara seimbang. Sinergi antar unsur penyelenggara ini terlihat dari pembagian tugas yang efektif serta dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.

Acara ini juga bekerja sama dengan komite madrasah yang turut memberikan kontribusi berupa pengadaan minuman bagi seluruh peserta. Upaya tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata komite terhadap kenyamanan civitas madrasah selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta didik dan GTK dapat menikmati minuman secara gratis sebagai fasilitas pendukung kegiatan.

Peringatan Isra Mi’raj kali ini menghadirkan pemateri utama, yaitu Ust. Ahmad Sidqi Fauzi, alumni MAN 11 Jakarta Selatan. Kehadiran alumnus sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi para peserta didik bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan selaras dengan prestasi dan perjalanan hidup mereka di masa depan.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan doa dan khotmil Quran sebagai bentuk penguatan nilai religius peserta didik, lomba-lomba Islami (Nasyid, Muhadharah, dan Kaligrafi). Pembacaan doa dilakukan secara bersama-sama untuk menumbuhkan kekhidmatan, penghayatan spiritual, serta mempertegas makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa agung dalam Islam.

Ketua panitia, Hasanuddin, yang merupakan guru PAI di MAN 11 Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak seharusnya hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna. “Peringatan Isra Mi’raj hendaknya tidak menjadi peringatan tahunan tanpa makna, melainkan menjadi momen perbaikan. Pesan dari Isra Mi’raj yakni sholat. Sholat bagi seorang muslim menjadi parameter hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia,” ujarnya menegaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *